Bayangin bisa keliling dunia lewat lidah dalam satu malam. Dari Mediterania yang segar, lalu terbang ke Jepang yang penuh presisi, mampir ke Italia yang hangat, sebelum merasakan cita rasa Persia yang mistis, dan ditutup dengan hidangan kontinental yang mewah. Itu bukan mimpi. Itu yang lo dapetin dari tur kuliner di Hotel Eram Kish. Ini bukan sekadar makan di lima tempat berbeda. Ini sebuah perjalanan kuliner yang bener-bener bikin lo ngerasa lagi pindah-pindah benua.
Restoran #1: Med Bistro – Matahari Terbenam dan Rasa Mediterania yang Segar
Lo mulai petualangan di sini. Suasana? Seperti restoran tepi pantai di Santorini. Putih dan biru. Disarankan dateng pas sunset. Cahaya oranye keemasan nyorak ruangan, bikin suasana jadi… magis.
Yang wajib dicoba: Grilled Octopus with Lemon Olive Oil. Gurur gurita pas banget, nggak alot. Ditambah minyak zaitun dan lemon yang bikin segar. Lalu ada Sea Bass en Papillote. Ikan sea bass dimasak dalam kertas parchment sama rempah-rempah. Pas dibuka, wanginya nahiup. Ini adalah pembuka yang sempurna untuk petualangan kuliner lo.
Restoran #2: Sakura Teppanyaki – Keajaiban dan Keahlian Ala Jepang
Abis dari Mediterania, lo langsung “terbang” ke Jepang. Suasana restoran-nya minimalis dan elegan. Tapi yang bikin seru adalah pertunjukan koki di teppanyaki grill. Mereka bukan cuma masak, tapi menghibur. Pisau berputar, api membumbung tinggi—semua dengan presisi.
Harus pesen: Wagyu Beef Teppanyaki. Dagingnya itu… lumer di mulut. Marbling-nya sempurna. Dimasak dengan titik api dan suhu yang pas banget. Lalu ada Salmon Teriyaki yang glazinya manis gurih nendang. Perpaduan tekstur dan rasa yang bikin lo nggak bisa berhenti ngunyah.
Restoran #3: Toscana Ristorante – Kehangatan dan Kenyamanan Italia
Dari kesibukan teppanyaki, lo lanjut ke kehangatan Italia. Suasana restorannya kayak ruang makan keluarga di pedesaan Tuscany. Gemerlap lampu temaram, dinding batu, dan aroma bawang putih dan tomat yang menggoda.
Jangan lewatkan: Truffle Mushroom Risotto. Nasinya creamy banget, rasa trufflenya kuat tapi nggak overwhelming. Ini comfort food level dewa. Untuk main course, Osso Buco dengan Saffron Risotto. Dagingnya slow-cooked sampai lepas dari tulangnya. Sausnya kaya dan dalam. Sebuah survei tamu hotel menemukan bahwa 9 dari 10 tamu menilai hidangan ini sebagai hidangan Italia terotentik yang pernah mereka coba di luar Italia.
Restoran #4: Silk Road Dining – Jiwa dan Misteri Persia
Nah, ini jantungnya Hotel Eram Kish. Di sini lo merasakan jiwa Persia. Dekorasi nya megah, dengan karpet sutra dan lampu gantung yang indah. Rasanya kayak lagi makan di istana.
Yang iconic: Chelow Kabab Koobideh. Nasi Persia yang pulen dengan dua tusuk kebab daging cincang yang beraroma. Sederhana, tapi rasanya luar biasa. Lalu ada Fesenjan, ayam yang dimasak dalam saus kenari dan delima. Rasanya kompleks—manis, gurih, sedikit asam. Ini adalah pelajaran sejarah dan budaya dalam satu piring.
Restoran #5: The Grand Lounge – Kemewahan Akhir yang Manis
Terakhir, lo menuju lounge yang mewah untuk penutup yang sempurna. Suasananya santai dan elegan, cocok untuk menikmati hidangan penutup dan teh atau kopi spesial.
Pilihan terbaik: Gold Leaf Pistachio Baklava. Renyah, manis, dan gurih dari pistachio, dengan sentuhan daun emas yang bikin feels luxe. Atau Saffron & Rosewater Panna Cotta-nya. Lembut, wangi, dan benar-benar mencerminkan rasa Persia yang elegan.
Tips Buat Lo Sebelum Berangkat:
- Baju & Sepatu: Meski santai, beberapa restoran punya dress code smart casual. Jadi siapin lah. Dan pake sepatu yang nyaman, karena lo akan banyak jalan antar restoran.
- Porsi: Ini tur kuliner, bukan makan biasa. Makanlah dengan porsi kecil di setiap restoran agar lo kuat sampai akhir. Jangan kalap di awal!
- Booking & Waktu: Pesan tempatnya jauh-jauh hari. Dan datang tepat waktu agar bisa menikmati setiap kursus dengan tenang tanpa terburu-buru.
Jadi, tur kuliner di Hotel Eram Kish ini lebih dari sekadar menyantap makanan enak. Ini adalah sebuah perjalanan kuliner yang mengajak semua indera lo untuk berkelana. Setiap restoran adalah sebuah bab baru dalam sebuah cerita petualangan rasa yang tak terlupakan. Dari Mediterania sampai Persia, lo akan pulang dengan kenangan yang lebih dalam dari sekadar foto—tapi dengan cerita rasa yang melekat di lidah dan hati.